Tuesday, November 17, 2009

Cak Durasim - Kreativitas Arek Suroboyo


Parikan dari Cak Durasim, memberikan inspirasi Arek Suroboyo untuk berkreasi di dunia kesenian "Maya".

Sunday, November 15, 2009

Cak Durasim - Another Surabaya Superhero

Tidak banyak yang bisa di gali dari sejarah Cak Durasim. Salah seorang Super Hero Surabaya yang, Menggetarkan hati dan memanaskan telinga para penjajah negeri ini dengan pantun atau “parikan” dalam dalam bahasa jawanya.
Salah satu “parikan” yang fenomenal dari Cak Durasim yaitu :

Bekupon Omahe Doro
Melok Nippon Tambah Sengsoro

Parikan itu di lantunkan oleh Cak Durasim dengan indahnya di iringi oleh merdunya suara gamelan, bersama dengan Group Ludruknya. Dan efeknya bagaikan peluru yang memberondong penguasa Jepang di sekitar tahun 1943, sehingga menyebabkan beliau di tangkap, kemudian di siksa dalam panjara Jepang sampai akhirnya beliau meninggal dalam penjara setahun kemudian pada Agustus 1944.

Karena kegigihan beliau dalam membangkitkan semangat melawan penjajahan Jepang melalui kegiatan kesenian Ludruknya tersebut, nama Cak Durasim di abadikan menjadi nama Gedung Pertunjukan di Taman Budaya Jawa Timur Jl. Genteng Kali No 85, Surabaya. Setiap tahunnya pecinta seni Jawa Timur selalu mengadakan Festival Kesenian Cak Durasim (FCD) untuk mengenang perjuangan Beliau mengangkat kesenian tradisional Jawa Timur.
Di salah satu sudut Taman Budaya Jawa Timur, kita dapat menemukan Patung Cak Durasim, yang dibuat oleh Santoso Setijono pada 2007 sebagai appresiasi pecinta seni Jawa Timur..

Cak Durasim berasal dari Desa Mojorejo - Kabupaten Jombang. Durasim muda gemar berpetualang bersama Group Ludruknya. Sampai akhir hayatnya Cak Durasim tidak pernah menikah. Satu-satnya keluarga yang tersisa adalah cucu dari anak angkat Cak Durasim, yang tinggal dekat dengan peristirahatan beliau yang terakhir di Pemakaman Umum Tembok – Surabaya, dengan membuka warung kopi kecil.

Nama Cak Durasim dikenal rakyat banyak Jawa Timur khususnya Surabaya, kisah hidupnya yang penuh misteri membuat sosok beliau bagaikan sebuah legenda kesenian Surabaya.

Tuesday, November 3, 2009

Bung Tomo - Superhero Surabaya

Sutomo, laki-laki kelahiran Surabaya 03 October 1920, yang lebih dikenal oleh masyarakat Surabaya kususnya sebagai “Bung Tomo”, contoh sosok seorang pahlawan bagi Arek-arek Suroboyo.

Peranan heroisme yang menjadikan beliau Super Hero Surabaya adalah peristiwa pertempuran 10 November 1945 melawan NICA, yang di peringati sebagai Hari Pahlawan Nasional.

Sosok Sutomo, berasal dari kalangan biasa.

Di usia yang sangat belia 12 tahun, beliau terpaksa tidak bisa melanjutkan sekolah nya di MULO karena harus membantu dirinya sendiri dan keluarganya yang dalam kesulitan ekonomi. Kemudian pendidikan Beliau di lanjutkan ke HBS malalui pendidikan koresponden, sehingga tidak harus hadir di sekolah karena masih harus bekerja. Prestasi Beliau di sekolah amat sangat mengagumkan, padahal hanya dengan koresponden saja.

Kegiatan politik Beliau dimulai pada tahun 1944, dengan bergabung menjadi anggota Gerakan Rakyat Baru. Pada bulan Oktober dan November 1945, beliau sangat aktif dalam menyerukan suaranya membangkitkan semangat rakyat Surabaya untuk berjuang melawan tentara NICA.

Setelah Indonesia Merdeka, Bung Tomo masih aktif di pergerakan politik Indonesia. Bahkan Beliau pernah menduduki jabatan sebagai Menteri Negara Kabinet Burhanuddin Harahap walaupun hanya selama 8 bulan dan berakhir pada 24 Maret 1956.

Kemudian pada awal tahun 1970-an, beliau menyuarakan perbedaan pendapatnya dengan bersuara lantang menentang program-program Orde Baru Suharto. Tindakan ini mengakibatkan beliau menghuni hotel perdeo pada 11 April 1978 selama satu tahun.

Tragis sebagai seorang Pahlawan, di penjarakan oleh bangsanya sendiri.

Beliau beristirahat dengan tenang saat menunaikan Ibadah Hajinya di Mekkah pada tanggal 7 October 1981. Dan di makamkan di Tempat Pemakaman Umum Ngagel – Surabaya.

Mari kita teruskan perjuangan Beliau, Merdeka Bung !


Monday, November 2, 2009

Bung Tomo by Arek-arek Suroboyo


Poster Bung Tomo, hasil kreatvitas arek-arek Suroboyo !

Tabel Makanan ala Arek Suroboyo


Salah satu kreativitas dari arek-arek Suroboyo.
Yang merupakan keharusan bagi para pecinta kuliner Indonesia.


Kalau belum nyoba susunan tabel periodic ini, kunjungan Anda di Surabaya belum sempurna.

1. Lontong Balap
2. Kupang Lontong
3. Rawon
4. Tahu Campur
5. Sate Kelopo
6. Sego Bebek
7. Tempe Penyet
8. Rujak Cingur
9. Semanggi
10. Pecel Lele
11. Mie duk-duk
12. Soto Daging
13. Gado Gado
14. Bakwan Campur
15. Tahu Tek
16. Lontong Mie
17. Sego Sambel
18. Lontong Kikil
19. Soto Ambengan
20. Bakso Kikil
21. Nasi Kebuli
22. Penyetan Pe
23. Lontong Lodeh
24. Nasi Campur
25. Gule Maryam
26. Sego Welut
27. Pecel
28. Nasi Wader
29. Kare Kambing
30. Nasi Babat

Untuk Program Fat- Burning nya bisa jalan santai mengunjungi beberapa Mall di Surabaya.
Selamat menikmati. & Have Fun !


Sunday, November 1, 2009

Gerak Jalan Mojokerto – Surabaya

Pernah dulu semasa SMA aku mengikuti Gerak Jalan Mojokerto – Surabaya, bersama dengan teman-temanku. 2 minggu lagi kegiatan ini akan berlangsung lagi, memeriahkan dan juga menambah income bagi para pedagang kaki lima sepanjang jalur jalan dari start di Alun-alun Mojokerto sampai ke finish di depan Kantor Gubernur Jawa Timur yang berada tepat di depan Tugu Pahlawan.

Gerak jalan ini biasa diadakan setahun sekali, dalam rangka merayakan Hari Pahlawan 10 November.
Berikut sekilas informasinya:


Peserta terbuka bagi semua lapisan masyarakat seluruh Indonesia, bisa dari kalangan manapun seperti : TNI, POLRI, Pegawai, Pelajar dan Mahasiswa dan Masyarakat Umum.
Untuk seragam peserta, diharuskan menganakan pakaian olah raga atau juga di perbolehkan menggunakan seragam dengan nuansa hari Pahlawan. Namun tidak di perkenankan menggunakan atribut dan seragam Partai Politik.

Peserta untuk Tim Beregu di perkenankan membawa pengantar / pengawal namun dengan menggunakan sepeda kayuh dan di haruskan memiliki tanda pengenal dari Panitia
Bila peserta membawa konsumsi, hanya di perkenankan di berikan di Pos I dan Pos II saja, dan pembawa tidak di perkenankan menggunakan kendaraan roda empat.

Total Jarak Tempuh perjalanan sekitar 55km.
POS I berada di Daerah Krian dengan jarak dari start sekitar 23km. POS II di daerah Sepanjang dengan jarak 17km dari Pos I.
Di setiap POS peserta boleh beristirahat selama max 20 menit.

Rute Perjalanan dimulai dari Alun-alun Mojokerto melalui Jl.Mojopahit, Jl.Bhayangkara, Jl.Gajah Mada, Jl.Raya Ajinomoto, Pabrik Ciwi Kimia, Krian, Sepanjang, Karang Pilang, Jl.Gunung Sari (Yani Golf), Terminal Joyoboyo, Kebun Binatang Wonokromo, Jl.Diponegoro, Jl. Pasar Kembang, Jl.Kedung Doro, Jl.Blauran, Jl.Bubutan, Jl.Palawan, dan memutar ke Jl.Kebun Rojo untuk mencapai finish di depan Kantor Gubernuran.

Kegiatan ini akan di laksanakan pada :
  • Hari : Sabtu
  • Tanggal: 14 November 2009
  • Start : Pukul 15:00WIB di Alun-alun Kota Mojokerto
  • Finish : Tugu Pahlawan Surabaya

Jenis Lomba :
• Beregu Putra atau Campuran
Terdiri dari 11 orang peserta inti dan 3 orang cadangan, dengan usia minimal 17 tahun. Pergantian cadangan hanya boleh di Pos I dan Pos II dengan sepengetahuan Panitia.
Biaya pendaftaran : Rp. 25.000,-
• Perorangan
Untuk Putra, usia harus di atas 30 tahun.
Untuk Putri, usia harus di atas 25 tahun.
Biaya pendaftaran : Rp. 10.000,-

Tempat Pendaftaran :
Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Propinsi Jawa Timur
Jl. Kayon No. 56,
Surabaya
Telp: 031-534 5507
Fax: 031-534 5508

Maju Terus Surabaya ku, Pantang Mundur !