Thursday, September 24, 2009

Taman Bungkul






Sebagai salah satu penunjang sarana Taman Kota atau yang lebih dikenal dengan kawasan RTH (Ruang Terbuka Hijau), Taman bungkul yang terletak di Jl. Raya Darmo memiliki fasilitas yang baik, dilengkapi dengan kawasan pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam makanan tradisional terutama makanan khas Surabaya, seperti Semanggi, Pecel, Soto Madura, dan Sate Ayam Madura. Bahkan ada satu warung rawon yang terkenal dengan sebutan “Rawon Kalkulator” karena si penjual dapat menghitung jumlah trasaksi dengan cepat dan tepat layaknya kalkulator.

Namun makanan ada juga, Bakso, Batagor, Martabak dan lain-lain.

Taman Bungkul memiliki tempat unik yang mirip Colloseum jaman Romawi, sehingga sangat menunjang sebagai tempat “Cangkruk” (Nongkrong) arek-arek Suroboyo, taman ini juga di lengkapi dengan fasilitas free WiFi, lapangan Skate Board, dan Air Minum Bersih.

Pada hari minggu pagi digunakan sebagai tempat olah raga senam Aerobic.

Di samping meeting point grup Motor Gede (Moge), juga meeting point club rally sepeda.Kadang-kadang juga di gunakan sebagai tempat untuk acara tertentu, terutama yang menyangkut kota Surabaya.

Selain Taman yang segar, ada juga pancuran kecil yang cukup menarik perhatian, Taman bermain anak-anak dan tak ketinggalan Fasilitas kamar kecil yang cukup bersih.

Sejarah Taman Bungkul tidak jauh dari berdirinya Surabaya.

Berdasarkan dari Prasasti yang tertinggal di kawasan makam Mbah Bungkul atau Sunan Bungkul, yang merupakan peninggalan dari era jaman Majapahit, terdapat prasasti yang menceritakan tentang Prajurit Kartanegara pada 1270-an.

Kelestarian Taman Bungkul terjaga baik hingga sekarang. Sejak sejarah perang pertama Surabaya pada masa R Wijaya dengan Pasukan Tar Tar, kemudian masa Kolonial Hindia Belanda, sampai jaman perang dengan Jepang.

Seolah-olah ada kubah tak terlihat yang melindungi kawasan ini.

Sampai sekarang kawasan perkampungan penduduk Asli Taman Bungkul masih terjaga dan keluarga mereka masih ada yang tinggal di sana sampai sekarang.

Apakah ini juga sebagai bukti bahwa spirit Sunan Bungkul masih tetap menjaga kedamaian dan keaslian Wilayah ini?

No comments:

Post a Comment